Bagaimana Sosial Media Menghancurkan Kehidupan Seseorang

Sosial media saat ini seolah menjadi hal yang wajib di era modern ini. Dengan sosial media, seseorang eksistensinya di dunia ini dapat “dibuktikan keberadaannya”. Saat sosial media pertama kali ditemukan, ilmuan mempunyai harapan yang besar terhadapnya. Sosial media akan menjembatani segala informasi yang ada di dunia. Orang tidak lagi terbatas ruang dan waktu. 

Di dunia internet, kita dapat memecahkan masalah global dengan duduk rembuk di dunia online dan menyelesaikannya dengan hati, pikiran dan data yang ada. Impian para ilmuan ini memang terbukti dengan banyaknya masalah yang dapat diselesaikan dengan sosial media. Namun sosial media semakin memperparah masalah manusia modern yaitu masalah psikis. Ada hal yang menarik di dunia ini dan bagaimana manusia berperilaku.

Kebanyakan masalah yang menjadi problem yang luar biasa besar di masa silam telah teratasi di masa kini dengan pengetahuan. Manusia tidak lagi memiliki masalah penyakit menular, tetapi malah terkena penyakit jantung dan darah tinggi dan stroke yang bersumber dari rasa malas berolahraga dan beraktivitas. Masalah peperangan sudah teratasi, namun masalah ujaran kebencian di internet semakin marak. Masalah pangan sudah teratasi namun masalah psikis makin menjadi.

Menurut data yang ada, kita memasuki masa paling depresi yang pernah dialami oleh umat manusia. Dimana satu bangsa global mengalami hal yang sama. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Dan akibatnya banyak orang yang bunuh diri. Apa sebabnya? Dahulu kita mengeluh dengan keadaan namun kita tidak punya pilihan, kita harus bekerja dan mengalihkan fokus kepada hal yang lain.

Namun saat ini, kita dibombardir dengan kehidupan enak para selebriti, iklan yang menawarkan hidup lebih baik (dan saat kita menggunakannya ternyata biasa saja), hubungan sosial yang semakin renggang dan pada akhirnya ini semua memunculkan depresi global. Ini bukan masalah finansial seperti yang kebanyakan orang pikirkan, ini masalah eksistensi di dunia lain yaitu internet. Jadi, hiduplah tanpa mejadi budak sosial media.

 

Sumber: https://pojoksosmed.com/

Penulis Ardeva

Share