Sejarah dan Perkembangan Majalah Perlu Kalian Ketahui

Last modified date

Majalah merupakan salah satu jenis dari media massa yang terdiri dari kumpulan berbagai tulisan yang dicetak dan dijilid menyerupai buku. Kumpulan tulisan tersebut dapat berupa berita, cerita, artikel, maupun iklan. Majalah umumnya memiliki kriteria topik tulisan tertentu sesuai dengan tema atau tujuan majalah itu sendiri. Selain tulisan, majalah juga dilengkapi dengan berbagai gambar yang berfungsi sebagai  ilustrasi dari tulisan yang dimuat serta mempercantik isi majalah. Majalah umumnya diterbitkan secara berkala dan serial, yaitu setiap satu kali dalam seminggu (mingguan), bulanan, ataupun dua mingguan.

 

Riwayat dan Perjalanan Majalah Sampai Zaman Modern

percetakan majalah murah di surabayaKemajuan dunia percetakan bermula sejak mesin cetak dikembangkan oleh seorang pandai logam asal Jerman bernama Johannes Guttenberg pada tahun 1455. Pria bernama lengkap Johannes Gensfleisch zur Laden zum Guttenberg ini berhasil memperbaiki sistem percetakan dengan menciptakan movable metal type (cetak logam yang bisa digerakkan). Penemuan ini telah berhasil menghemat waktu pembuatan produk cetakan. Dengan demikian, kecepatan produksi buku dan majalah dapat meningkat secara signifikan.

Sejarah dimulai pada tahun 1663–1668 saat Johann Rist, seorang teolog sekaligus penyair asal Hamburg, Jerman, menerbitkan majalah pertama bertajuk Erbauliche Monaths – Unterredungen. Kemudian, Le Mercure Galant, majalah lain yang lebih ringan, terbit pada 1672. Majalah ini dirintis oleh seorang penulis bernama Jean Donneau de Visé dan berisi tentang hiburan, seperti kisah kehidupan dan anekdot. Pada masa awal penerbitannya, banyak majalah yang hanya dirancang untuk kalangan tertentu saja sehingga sang penerbit disebut pengelola quality magazines.

Pada abad ke-18, seseorang asal Inggris bernama Charles Knight mempelopori munculnya majalah jenis baru yang hanya fokus pada hiburan. Charles Knight menerbitkan majalah mingguan bernama Penny Magazine dan Penny Cyclopedia, masing-masing pada tahun 1832 – 1846 dan 1833 – 1858. Setelah itu, banyak bermunculan majalah serial berisi gambar ilustrasi. Perkembangan ini juga sampai ke Amerika Serikat pada tahun 1820 sampai 1840an (the age of magazines). Majalah berskala nasional terpopuler ketika itu adalah Saturday Evening Post pada tahun 1821–1869 dan Youth Companion pada tahun 1827 – 1929.

Pasar penerbitan majalah meningkat pesat pada seperempat terakhir abad ke-19. Pada masa itu, majalah mampu memberikan berbagai informasi sekaligus hiburan kepada masyarakat. Bisa dibilang perkembangan ini bermula dari hobi George Newness menggunting paragraf. George Newness kemudian menerbitkan Tit-Bits secara berkala dan lintas negara mulai tahun 1881. Hal tersebut kemudian diikuti dengan The Strand yang terkenal akan kisah-kisah karya Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes.

Pada tahun 1890an, industri penerbitan majalah mengalami perubahan yang signifikan. S.S. McClure, Cyrus Curtis, Frank Munsey, serta beberapa penerbit lain mulai membuat perubahan revolusioner dalam industri penerbitan majalah karena banyaknya calon pelanggan yang belum terokupasi. Mereka juga melihat peluang perkembangan perekonomian Amerika Serikat melalui adanya iklan. Oleh karena itu, tokoh-tokoh tersebut menciptakan majalah yang disesuaikan dengan kepentingan dan selera banyak orang.

Perkembangan dimulai saat McClure’s dan Munsey’s menyajikan liputan olahraga di Harvard. Kemudian disusul tulisan dan liputan lain berupa artikel olahraga umum, perang, selebritas, lagu populer, dan sebagainya. Setelah itu, Curtis menerbitkan majalah Ladies’ Home Journal yang dikhususkan untuk para ibu. Ladies’ Home Journal menjadi majalah pertama yang mencapai oplah satu juta. Perkembangan tersebut diiringi fenomena populerisasi dan segmentasi isi dengan bermunculannya majalah khusus seni, arsitektur, kesehatan, dan sebagainya.

Untuk menjangkau lebih banyak pembaca, para penerbit menekan harga penjualan bahkan ada yang menjual di bawah harga kertas majalah itu sendiri. Harga yang miring dengan konten yang populer berhasil menjaring lebih banyak pembeli sekaligus pengiklan. Meski dijual lebih murah, penghasilan dari iklan mampu menutup kerugian produksi. Redistribusi memungkinkan munculnya pembeli dari kelas menengah yang merupakan pasar potensial bagi para pengiklan. Hal tersebut mendorong perluasan pasar terhadap pembeli homogen sehingga segmentasi iklan menjadi lebih mudah.

Sumber: https://famousprinting.id/produk/cetak-buku-majalah-buletin/

 

Penulis Ardeva

Share